6 Bahaya Asap Rokok bagi Kesehatan
Inilah Penjelasan 6 Bahaya Asap Rokok bagi Kesehatan
1. Kanker Paru-Paru
Bahaya asap rokok yang pertama bagi kesehatan dapat memicu kemunculan kanker paru-paru. Perokok memiliki 22 kali kemungkinan untuk mengalami kanker paru-paru dalam kehidupannya dibandingkan dengan Anda yang bukan perokok.
Merokok merupakan penyebab utama kanker paru-paru, menyebabkan lebih dari dua per tiga kematian karena kanker paru-paru di tingkat global dan merenggut sekitar 1,2 juta nyawa setiap tahunnya. Namun ternyata, mereka yang bukan perokok dan terpapar asap rokok sebagai perokok pasif di rumah atau di tempat kerja juga memiliki risiko mengalami kanker paru-paru yang sama besarnya dengan perokok aktif.
2. Asma
Bahaya asap rokok yang kedua bagi kesehatan dapat memicu timbulnya asma. Merokok diketahui semakin memperburuk asma pada orang dewasa, membatasi kegiatan mereka, menimbulkan disabilitas dan meningkatkan risiko asma yang parah yang membutuhkan perawatan darurat.
Sementara itu, anak-anak usia sekolah yang orangtuanya merokok juga terpapar dampak buruk dari asapnya dan berisiko mengalami munculnya asma yang memburuk melalui peradangan saluran ke paru-paru.
3. Penyakit Paru Obstruktif Kronis
Bahaya asap rokok yang ketiga bagi kesehatan dapat memicu penyakit paru obstruktif kronis. Satu dari lima perokok akan mengalami penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dalam kehidupannya, terutama mereka yang mulai merokok saat masa kanak-kanak dan remaja. Ini karena merokok tembakau akan secara signifikan memperlambat pertumbuhan dan perkembangan paru-paru.
Perokok aktif memiliki 3-4 kali kemungkinan mengalami PPOK dari yang bukan perokok. Namun orang dewasa yang tepapar asap rokok saat masih anak-anak, dan sering mengalami infeksi pernapasan bagian bawah juga berisiko mengalami PPOK.
Merokok dan terpapar asapnya dapat menyebabkan pembengkakan dan robeknya kantung udara dalam paru yang mengurangi kapasitas paru untuk mengambil oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Juga menyebabkan timbulnya mukus berisi pus, mengakibatkan batuk yang sangat sakit dan kesulitan bernafas yang parah.
4. Tuberkulosis
Bahaya asap rokok yang keempat bagi kesehatan adalah terkena penyakit tuberkulosis. Sekitar seperempat penduduk dunia mengidap tuberkulosis laten, membuat mereka berisiko mengalami penyakit aktif. Merokok melipatgandakan risiko terkena tuberkulosis dari kondisi laten menjadi aktif, dan diketauhi juga memperburuk progresi penyakit itu.
Selain itu, ternyata paparan asap rokok dari orang lain juga dapat meningkatkan risiko infeksi tuberkulosis menjadi penyakit aktif. Tuberkulosis merusak paru-paru, menurunkan fungsi paru yang disebabkan oleh kebiasaan merokok dan meningkatkan risiko mengalami disabilitas dan kematian karena kegagalan bernapas.
5. Penyakit Pernafasan Lain dan Menurunnya Fungsi Paru
Bahaya asap rokok yang kelima bagi kesehatan adalah kemunculan penyakit pernapasan lain dan menurunnya fungsi paru-paru. Merokok diketahui menyebabkan pneumonia dan semua gejala penyakit pernapasan termasuk batuk, batuk rejan dan dahak. Pertumbuhan dan fungsi paru juga mungkin rusak di kalangan perokok tembakau.
Anak-anak yang terpapar asap dari orang tuanya yang merokok mengalami gejala pernapasan serupa dan fungsi paru sepanjang masa kanak-kanakpun rendah. Bayi yang lahir dari ibu yang merokok saat hamil memiliki kerentanan, karena terpapar bahan kimia yang ditemukan pada tembakau saat tahap perkembangan penting dalam kandungan.
6. Menurunkan Tingkat Kesuburan Pria dan Wanita
Bahaya asap rokok yang keenam bagi kesehatan adalah menurunnya tingkat kesuburan baik bagi pria maupun wanita. Perokok memiliki kecenderungan lebih besar mengalami infertilitas. Menghirup asapnya secara tidak langsung juga memiliki risiko tersebut. Dibandingkan dengan perempuan yang tidak merokok, perokok perempuan cenderung mengalami kesulitan untuk hamil, meningkatkan waktu konsepsi dan risiko keguguran lebih tinggi.
Merokok juga akan menurunkan jumlah, motilitas dan morfologi sperma (bentuk sperma) pada laki-laki. Perokok yang berusaha untuk hamil dengan menggunakan teknologi reproduksi dengan bantuan memiliki tingkat keberhasilan yang rendah, terkadang membutuhkan lebih dari dua siklus fertilisasi in vitro untuk mencapai konsepsi.

Komentar
Posting Komentar